Pages

Thursday, August 21, 2014

Manajemen Sumber Daya Manusia




Halo para pembaca, senang rasanya masih bisa berbagi kepada kalian semua. Sebelum kita membahas topik diatas, ada baiknya jika kalian berkenan mengikuti jejak saya , melalui google+ ataupun facebook.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen SDM adalah proses mengatur masalah-masalah yang ada pada ruang lingkup tenaga kerja atau karyawan, untuk dapat menunjang aktifitas-aktifitas yang ada didalam organisasi, demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan.  Suatu unit yang biasanya mengurus pemasokan tenaga kerja (SDM) adalah departemen sumber daya manusia, dalam bahasa Inggris dikenal dengan Human Resource Department (HRD).
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
1.      Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja dimaksudkan untuk merencanakan jumlah dan kriteria tenaga kerja yang tepat, agar dapat memenuhi kebutuhuan guna mencapai tujuan sebuah organisasi. Adapun tujuan dari perencanaan tenaga kerja, agar perusahan dapat memperoleh SDM yang sesuai dengan keahlian (skill) yang dibutuhkan.
2.      Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan tenaga kerja adalah suatu proses meningkatkan kualitas SDM yang ada, guna menghindari penarikan karyawan baru. Adapun tujuan lain dari pengembangan tenaga kerja , agar SDM yang berpotensi dapat menjadi SDM yang produktif dan terampil, sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai suatu tujuan.
3.      Penilaian Prestasi Kerja
Point ketiga ini sangat penting dalam pengelolaan SDM, dengan adanya penilaian prestasi kerja ini kita dapat mengetahui karyawan yang memiliki prestasi kerja baik dan kurang baik.
4.      Pemberian Kompensasi
Pemberian kompensasi adalah kegiatan balas jasa  kepada karyawan. Kompensasi ada dua jenisnya kompensasi finansial dan non finansial. Kegitan ini menentukan system kompensasi yang diharapkan mampu mendorong prestasi karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing-masing karyawan.
5.      Pemeliharaan Tenaga Kerja
Fungsi pemeliharaan tenaga kerja meliputi aspek ekonomis dan non-ekonomis yang diharapkan terciptanya ketenangan dan konsentrasi dalam bekerja, guna menghasilkan prestasi kerja yang baik. Adapun contoh dari pemeliharaan tenaga kerja adalah pemberian kompensasi berupa gaji yang sebanding dengan hasil kerjanya, pemberian jaminan kesehetan, keamanan, dan kesejahteraan. Tujuan dari itu semua adalah untuk memperkecil konflik yang timbul dari tenaga kerja dan pemberi kerja.
6.      Pemberhentian
Pemberhentian adalah fungsi terakhir dalam manajemen SDM, dimana mengandung unsur putusnya hubungan  kerja antara karyawan dan organisasi. Fungsi pemberhentian ini beracuan kepada undang-undang atau aturan yang dibuat oleh organisasi. Sebab-sebab pemberhentian kerja antara lain, keinginan karyawan, keinginan organisasi, pension, atau sebab lain yang diatur oleh undang-undang organisasi (perusahaan).
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Pada dasarnya tujuan manajemen sumber daya manusia adalah, untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan, yang dimana SDM berada pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, guna meminilaisir dampak negatif yang terjadi.

Tuesday, August 19, 2014

Peran Manajemen


          Setelah membahas Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen, kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Peran Manajemen. Jika anda ingin melihat lebih lanjut tentang Pengertian Manajemen dan FungsiManajemen klik kata tersebut.

melakukan ke lima fungsi manajemen, manager mempunyai tiga peran utama yang harus dilakukan, yaitu antar perseorangan (interpersonal), informasional, dan pengambilan keputusan.

Peran Interpersonal       

manager melakukan beberapa kegiatan interpersonal atas dasar posisi mereka. Kepemimpinan diperlukan untuk Untuk mempengaruhi karyawan agar bekerja lebih keras, memiliki keyakinan dalam organisasi dan melaporkan masalah kecil sebelum masalah menjadi besar. Salah satu ciri dalam mempengaruhi orang lain adalah kemampuan mengkomunikasikan kepercayaan dan saling menghormati.

Peran Informasional

manager perlu memproses informasi karna manager merupakan titik pusat dari suatu kelompok. Ia harus mempunyai gambaran menyeluruh, baik kekuatan, kelemahan maupun kebutuhan suatu kelompok. Dengan begitu informasi yang mengalir merupakan informasi yang relevan.

Peran Pengambil Keputusan

manager merupakan kunci pembuat keputusan dalam organisasi, manager harus bertanggung jawab. Manager harus bertindak sendiri terhadap informasi-informasi, mempertimbangkan situasi, dan menganalisis sumber yang ada untuk menghubungkan semuanya agar mencapai keputusan.
Ada beberapa langkah yang akan membantu pengambilan Keputusan secara tepat sebagai berikut:

1.     Langkah pertama, harus mengumpulkan data yang terkait dengan masalah yang dihadapi
2.     Penyusunan dan pemecahan masalah
3.     Lakukan analisis data dan masalahnya
4.     Pengumpulan saran-saran, pemilihan alternatif
5.     Diakhiri pengambilan keputusan

Bagi para pengambil keputusan diperlukan sikap positif untuk dapat menghasilkan keputusan yang berguna, yaitu:

1.     Jangan terburu-buru mengambil keputusan
2.     Mampu menganalisis masalah yang dihadapi
3.     Dapat memilih alternatif pemecahan yang terbaik

Langkah-langkah Pengambilan Keputusan (Eugene J. Benge, 1983):

1.     Menciptakan masalahnya,
2.     Mengumpulkan informasi,
3.     Memilipemecahan yang paling cocok,
4.     Melaku h kan keputusan tersebut.

Langkah-langkah Pengambilan Keputusan (KJ, Reford, 1981):

1.     Mencari informasi,
2.     Analisis dan informasi,
3.     Manfaat dan pengorbanan (biaya),
4.     Membuat model situasi keputusan,
5.     Menentukan alternatif,
6.     Memperkirakan kemungkinan-kemungkinan alternatif tsb.

Friday, August 15, 2014

Fungsi Manajemen

Istilah manajemen yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan, dengan cara menggunakan sumber daya dengan sebaik mungkin mempunyai fungsi sebagai berikut.

Menurut Skinner (1992), fungsi manajemen meliputi:

1.    Perencanaan (planning)
2.    Pengorganisasian (organizing)
3.    Penyusunan Pegawai (staffing)
4.    Pengarahan (directing)
5.    Pengendalian (controlling)

Sedangkan menurut Stephen P. Robbin (1993), fungsi manajemen meliputi:

1.    Perencanaan (planning)
2.    Pengorganisasian (organizing)
3.    Memimpin (leading)
4.    Pengendalian (controlling)

Perencanaan (Planning)

             Perencanaan adalah fungsi awal yang menjadi pedoman untuk mendapatkan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya perencanaan, kita dapat mengarahkan perhatian pada tujuan, dan juga memudahkan dalam pengawasan.

          Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab untuk memudahkan penyusunan perencanaan secara lengkap:

1.    Bisnis apa yang kamu kerjakan?
2.    Apa yang akan kamu lakukan?
3.    Dimana kamu akan mengerjakannya?
4.    Kapan akan kamu kerjakan?
5.    Bagaimana kamu bisa mencapai tujuan?

     Perencanaan termasuk menentukan tujuan dan strategi, yang akan digunakan untuk mengembangkan perencanaan tersebut. (Stephen P. Robbins)

Pengorganisasian (Organizing)

Orgnizing atau pengorganisasian merupakan fungsi manajamen yang mengelompokkan orang dan memberikan tugas. Karena keterbatasan kemampuan seseorang dan meningkatnya volume pekerjaan dalam suatu perusahaan yang bertumbuh, maka diperlukan adanya pembagian tugas agar tercapainya tujuan yang telah ditentukan dangan optimal.

Penyusunan Pegawai (Staffing)

Penyusunan kepegawaian merupakan fungsi untuk menyeleksi, menetapkan, melatih, dan mengembangkan pegawai. Apabila penyusunan kepegawaian tidak tepat akan timbul banyak masalah dalam organisasi perusahaan tersebut. Oleh karena itu dibutuhkannya penyusunan pegawai yang sesuai dengan spesialisai masing-masing.

Pengarahan (Directing)

Pengarahan adalah fungsi manajemen untuk mengarahkan dan memberikan perintah, dengan adanya pengarahan akan memperkecil penyimpangan dari rencana yang telah disusun. Didalam fungsi ini termasuk juga kepemimpinan yang mempengaruhi kegiatan individu dan kelompok agar tepat pada sasaran.

Pengendalian (Controlling)


Controlling atau pengendalian adalah suatu proses, yang bertujuan untuk memastikan bahwa aktifitas perusahaan sesuai dengan rencana. Proses pengendalian mencatat perkembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya, dan dapat mengambil keputusan yang bijak sebelum terlambat.